Oleh Administrator
|
25 Mei 2010
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan untuk mencapai tujuan tertentu.
Berbagai kurikulum telah diberlakukan di Indonesia yang selalu dievaluasi dan diperbaharui seiring dengan perkembangan dan tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada tahun 2004 pemerintah memberlakukan kurikulum yang penekanannya pada kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pelajaran sehingga kurikulum 2004 disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ). Namun kurikulum 2004 masih bersifat umum artinya untuk semua satuan pendidikan yang setingkat diperlakukan sama baik materi maupun beban pelajaran.
Kurikulum merupakan pedoman operasional dari suatu satuan pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu maka kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyusunan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Dengan latar belakang tersebut maka diperlukan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Perubahan kurikulum dari kurikulum 2004 ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekarang ini disikapi oleh SMP Negeri 1 Mandiraja dengan menyusun KTSP yang merupakan program untuk mencapai visi, misi dan tujuan pendidikan di SMP Negeri 1 Mandiraja.
Pengertian
Kurikulum adalah seperangakat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
KTSP adalah kurikulum opersaional yang disusun dan dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Mandiraja. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan lampiran-lampiran yang meliputi Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP, SK dan KD Mulok dan Program Pengembangan Diri.
. Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMPN 1 Mandiraja
Pengembangan KTSP SMPN 1 Mandiraja mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, dan memperhatikan pertimbangan Komite SMPN 1 Mandiraja. Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMPN 1 Mandiraja dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan prinsip yang relevan dengan kehidupan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, informal dan nonformal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.